Lab 5.4 Tools Wireless

Macam Tool Wireless dan Pengertiannya

Tool wireless Mikrotik adalah sekumpulan fitur diagnostik dan konfigurasi pada RouterOS untuk mengelola, memantau, dan mengoptimalkan jaringan nirkabel.
Berikut macam macam tool wireless dan fungsiny: 

1. Pertama ada Scan: Scan adalah proses pemindaian aktif untuk mendeteksi jaringan nirkabel (Access Point) aktif di sekitar perangkat secara real-time. Fungsinya bisa identifikasi AP [Access Point], analisis sinyal, pemilihan frekuensi (Chanel) dan troubleshooting.




Address: adalah MAC Address dari perangkat atau access point (AP) yang berfungsi sebagai identitas unik perangkat jaringan, sehingga dapat membedakan satu AP dengan AP lainnya meskipun SSID-nya sama.


SSID:  adalah nama jaringan Wi-Fi yang disiarkan oleh AP untuk membedakan satu jaringan dengan jaringan lainnya.


Channel: Menunjukkan frekuensi atau saluran Wi-Fi yang digunakan oleh AP (contoh: 2412 MHz), termasuk lebar channel (20 MHz), mode Wi-Fi (b/g/n), dan transmit power (dBm). Informasi ini berfungsi untuk mengetahui penggunaan channel, menghindari interferensi, serta memilih channel yang optimal agar koneksi lebih stabil.


Signal Strength: Menunjukkan kekuatan sinyal Wi-Fi yang diterima perangkat dalam satuan dBm, di mana nilai yang lebih mendekati 0 menandakan sinyal lebih kuat. Data ini digunakan untuk menilai seberapa bagus kualitas sinyal dari AP yang diterima router, misalnya -50 dBm lebih kuat daripada -70 dBm.


Noise Floor: Menunjukkan tingkat kebisingan atau gangguan latar belakang pada frekuensi Wi-Fi, biasanya bernilai negatif (misalnya -101 dBm). Noise Floor berguna untuk mengetahui seberapa “bersih” channel tersebut; semakin rendah nilai noise (lebih negatif), semakin sedikit interferensi yang dapat mengganggu sinyal.


Signal To Noise: Merupakan rasio antara kekuatan sinyal dengan noise (SNR). Nilai yang tinggi menandakan kualitas sinyal yang baik dan stabil, karena selisih antara sinyal dan noise besar. SNR sangat penting untuk menilai apakah sebuah koneksi akan stabil atau sering mengalami gangguan.


Radio Name: Nama Radio atau identitas perangkat Wi-Fi yang diatur oleh admin jaringan.


RouterOS Version:  Menunjukkan versi RouterOS yang digunakan oleh AP MikroTik. Informasi ini berguna untuk memastikan kompatibilitas fitur, stabilitas perangkat, dan keamanan sistem, serta memudahkan identifikasi perangkat MikroTik di sekitar jaringan.


2. Kedua ada Freq Usage: Frequency Usage adalah sistem yang digunakan untuk memantau seberapa padat pengggunaan frekuensi WiFi di sekitar kita.


Frequency (MHz): Sistem ini menampilkan daftar frekuensi atau saluran (Channel) yang tersedia pada pita frekuensi tersebut. 



Usage:  Sistem ini menunjukan persentase beban penggunaan pada frekuensi tersebut. Jika semakin tinggi angkanya dan semakin panjang bar birunya, maka frekuensi tersebut semakin padat.


Noise Floor: Sistem ini menunjukan tingkat gangguan sinyal latar belakang, semakin kecil angka dri suatu frekuensi semakin bersih dari gangguan perangkat lain.


3. Ketiga ada Alignment: A
lignment  (penyelarasan) adalah proses mengarahkan atau mengatur posisi antena pemancar dan penerima agar saling berhadapan secara presisi. 


Tampilan ini adalah fitur Alignment pada MikroTik yang digunakan untuk menyelaraskan antena agar mendapatkan sinyal terbaik. Tombol Start/Stop berfungsi memulai atau menghentikan pemantauan sinyal, dan tabel di bawahnya akan menampilkan kualitas Rx/Tx jika perangkat sudah terhubung. Pada gambar, tabel kosong karena belum ada koneksi atau alignment belum dijalankan.

4. Keempat ada Wireless Sniffer: Wireless sniffer (Running) adalah sistem yang digunakan untuk menangkap dan menganalisa paket data yang lalu lalang di udara melalui sinyal WiFi untuk keperluan teknis atau Troubleshooting  pada jaringan.


Memory Size:  Ukuran kapasitas penyimpanan sementara (RAM) yang dialokasikan untuk menampung paket data yang berhasil ditangkap.

Memory Saved Packets: Jumlah total paket data yang saat ini berhasil disimpen utnuk dilihat atau dianalisa.

Memory Over Limit Packets:  Jumlah paket data yang terbuang atau tidak tersimpan karena kapasitas memori sudah penuh (sudah melewati batas Memory Limit).


5.  Terakhir ada Wireless Snooper: Wireless Snooper adalah fitur pemantauan canggih yang memberikan gambaran detail tentang seluruh aktivitas WiFi di sekitar Anda. 

Channel: Menampilkan frekuensi dan lebar channel yang digunakan AP, berguna untuk melihat apakah channel sedang padat atau berpotensi terjadi interferensi.


Address: Menunjukan MAC Address yang terdeteksi pada setiap perangkat.


Signal: Menunjukkan kekuatan sinyal dalam dBm; nilai yang lebih mendekati 0 berarti sinyalnya lebih kuat.


Of Freq (%): Persentase overlap atau perbedaan frekuensi antar AP, membantu mengetahui apakah channel saling bertabrakan.


Of Traf (%):  Persentase trafik yang berjalan pada channel tersebut, menunjukkan apakah channel sedang sibuk atau ramai.


Bandwidth: Menampilkan total bandwidth yang sedang digunakan AP untuk aktivitas data.




SEKIAN PENJELASAN DARI TOOLS WIRELESS PADA MIKROTIK, MOHON MAAF BILA ADA PENJELASAN YANG KURANG, SEMOGA BERMANFAAT!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAB 2.1 KONFIGURASI DHCP CLIENT MIKROTIK

Lab 5.1 Point To Point

LAB 1.6 UPDATE PNETLAB